Rabu, 22 Mei 2013

FIGUR PEMUDA ISLAM

  Eksistensi pemuda merupakan hal yang penting dan perlu diketengahkan, khususnya dalam nilai-nilai Islam. Dilihat dari kepribadian kelompok manusia yang kita sebut pemuda, akhirnya, kita mengkaji tugas, tanggung jawab, dan amanah yang harus dipikul oleh figur pemuda secara keseluruhan. Masa muda memang penuh dengan tantangan. Namun, tantangan tersebut yang menjadi media dan sarana untuk mencapai kematangan berfikir sehingga dapat membentuk kedewasaan dan kepribadian yang tangguh. Dengan demikian, diharapkan ia akan menjadi seorang pemuda yang benar-benar tangguh. Meskipun begitu, betapa celaka dan ruginya apabila dalam tubuh pemuda yang kokoh, sempurna dan meyimpan sejuta potensi, tidak mampu memancarkan daya pesona pada alam sekitar.
Manusia dipandang dewasa manakala ia dapat berlaku bijak terhadap dirinya sendiri, bersikap benar, mampu mengatasi berbagai problematika, dan dapat mengantisipasi diri dari nilai-nilai yang dapat merusak akhlak dan kepribadian. Figur pemuda selalu ingin menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang memiliki sejuta arti karena memikul beban tanggung jawab yang berat. Ia berusaha memunculkan diri sebagai manusia yang memiliki power tinggi sehingga aura jiwa mudanya benar-benar memancar.
Gelora jiwa pemuda bisa pudar apabila dicemari dengan berbagai polusi penyimpangan dan penurunan akhlak. Apabila seorang pemuda menginginkan keselamatan selama meniti masa remajanya, ia harus berpegang teguh pada ajaran Nabi. Pembentukan pribadi merupakan persiapan inti bagi pemuda sebagai penyongsong tugas-tugas beratnya dan pembawa misi Allah. Loyalitas religius adalah hal yang absolut bagi hamba Allah dalam mengemban amanah tersebut. Keloyalitasan tersebut tidaklah mengenal batas tempat, waktu, dan usia.
Generasi Islam pertama yang mengikrarkan keyakinan dan keimanan adalah pemuda. Pemuda merupakan pembawa panji-panji dan pengawal barisan menuju kejayaan dan kemenangan umat. Segala hal buruk dapat memancing mereka ke arah maksiat. Oleh karena itu, mereka selalu menjaga pandangan. Mereka menjaga kaki agar tidak menapaki tempat-tempat batil. Mereka adalah manusia muda yang ahli ibadah dan berakhlak mulia.
Pemuda adalah pengemban risalah Islam. Pemuda Islam dihadapkan oleh kenyataan bahwa ditangannya tergenggam berbagai tugas berat. Beban ini merupakan amanah yang mulia dan inti dari seluruh tujuan hidupnya. Oleh karena itu, untuk menunjang potensi seorang pemuda, ia harus memiliki dasar kepribadian yang kuat. Dasar kepribadian tersebut ialah mengetahui, menyadari, dan mencanangkan hakikat tujuan hidup. Ia bisa berdakwah apabila telah mempelajari orientasi kehidupannya secara baik. Tanpa hal itu segala yang dilakukannya akan berjalan tanpa arah tujuan yang jelas. Akan tetapi, tujuan hidup itu merupakan motivator utama bagi ruh dan jiwa.
Islam harus disebarkan dan dihunjamkan ke dalam jiwa para pemuda sehingga tingkah laku dan gerak kesehariannya dapat diwarnai. Kita harus memperhatikan dan mengarahkan para pemuda muslim dalam kegiatan ceramah. Untuk mencapai tujuan itu, kita memerlukan para pengawas dan pembimbing yang ahli. Kegiatan semacam itu akan menggerakkan aktivitas ajaran agama yang dapat mencerminkan pribadi pemuda muslim.
Pelajar, mahasiswa, dan remaja menjadi sasaran pertama dakwah. Mereka sebagai pelanjut budaya dan asas pendidikan Islam. Kelak pada suatu zaman, para pemuda ini harus terjun di masyarakat untuk meluruskan moral dan akhlak apabila masyarakat tersesat. Hal itu akan menjadi tanggung jawab generasi muda untuk membimbing dan mengemudikan masyarakat. Pemuda pria maupun wanita harus diperhatikan sungguh-sungguh. Mengawasi pemuda dengan seksama dapat menaggulangi kenakalan yang menggelisahkan masyarakat. Dengan demikian, kerusakan masyarakat pun secara otomatis tertangani. Sendi-sendi masyarakat yang bengkok harus diluruskan, yang lemah dikuatkan sehinggga Islam menjadi kekuatan yang gilang-gemilang.
Pelaku pelanggaran terbesar di negara miskin adalah remaja. Mereka sering membuat aksi dan menyusun taktik untuk membuat onar dengan tujuan membalas dendam, merampas kekayaan dan merebut kekuasaan. Penyebab hal tersebut ada tiga macam, yaitu kurangnya pendidikan, pembatasan lapangan kerja, dan penghasilan yang standar. Perhatian pemerintah biasanya hanya sampai pada pendidikan dasar. Padahal sering terjadi apabila anak-anak telah menyelesaikan pendidikan dasar, mereka tak mampu lagi melanjutkan sekolah. Kenyataan tersebut disebabkan oleh keuangan keluarga yang minim. Akibatnya hanya keluarga yang berlevel sosial tinggi yang menikmati sekolah bertaraf tinggi. Rakyat miskin akan hidup sulit jika masalah itu tidak segera diatasi. Pemuda miskin yang berbekal pendidikan minin akan menjadi pekerja yang gajinya minim pula. Jadi, mereka sulit untuk mencukupi hidup yang layak. Masa depan mereka pun tidak bisa diharapkan apabila tidak diperbaiki usahanya. Selain itu pintu hidupnya juga buntu. Itulah hal yang melatarbelakangi tindakan mereka untuk melanggar aturan.
Para pakar dan pendidik Islam telah mengupayakan pencegahan dan perbaikan moral pemuda. Mereka merasa kesulitan untuk mencari jalan keluar atas kenakalan dan krisis akhlak muda-mudi. Muda-mudi suka menunjukkan sikap munafik, yaitu antara perkataan dan perbuatan tidak sesuai. Jalan hidup yang dianut dan kenyataan hidupnya tidak selaras, padahal Islam telah menekankan pendidikan berasas keteladanan melalui orang tua maupun para pendidik.
Penanggulangan berbagai bahaya dapat dilakukan dengan peringatan dan pelarangan melalui kegiatan ceramah, namun itu tidak efektif. Kita harus mengupayakan agar mereka mampu menjadi manusia yang stabil. Penanganan para remaja melalui pendidikan dipandang paling efektif. Salah satu sarana yang dapat kita pakai yaitu tulisan atau diktat resmi (mata pelajaran) di sekolah dan universitas. Buku-buku itulah yang sampai di tangan pelajar dan mahasiswa dalam semua jenjang atau kelasnya. Buku pelajaran mereka dapat ditangani secara baik dengan disertakan nilai-nilai mulia dalam pelajaran ilmiah. Oleh karena itu, masyarakat menuntut pendidik di sekolah dan universitas untuk menampilkan sosok islami yang profesional. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang memiliki niat dan tujuan untuk membersihkan semua unsur yang mengakibatkan rusaknya kemurnian Islam. Mereka akan membimbing akal siswa untuk memahami falsafah hidup yang dianutnya. Jadi, siswa mampu tampil sebagai manusia yang berkepribadian mantap.

Referensi:
Al-Banna, Hasan. 2002. Pemuda Islam. Jakarta: Cahaya Press.

Selasa, 21 Mei 2013

Kau Buka Luka Lama


Tiba-tiba saja kau datang
Mencoba memberi sepenggal harapan
Tapi aku tahu itu hanya semu
Tak lebih dari harapan palsu
Aku tak ingin lagi kau hadir
Karena kehadiranmu membuka luka lamaku
Tapi mengapa tak juga kau tahu
Aku tak ingin kau disini
Aku tak ingin lagi kau lukai
Sekali lagi, aku tak ingin kau lukai
Sudah cukup kau tawarkan perih yang dulu
Yang dulu pernah kau lukis dalam hati
Merintih hanya bisa menahan tangis
Entahh
Mengapa tak jua hilang dan pergi perih ini
Tapi aku sudah berusaha untuk menitipkan kepada angin
Namun tak jua berkibas memeluk sunyi
Pergilah dan jangan lagi kembali
Sudah kurelakan cintaku ini ternodai pengkhianatanmu
Aku mencoba tak mengingatnya lagi
Dan kumohon, pergilah
Pergilah dari hati
Aku rela melihatmu bahagia walau tak denganku...
 >>>>-<<<<

by: Tiwi

Senin, 29 April 2013

2 Lelaki Pilihan


“2 lelaki pilihan”

Sebuah buku yang telah mengajarkanku tentang banyak hal. Tentang bagaimana serut berut berumahtangga. Memang tak mudah menjalani itu. Pengorbanan, kasih sayang, ketulusan, pengertian, yang tentunya harus selalu ada, dan tak lupa yaitu iman. Seorang suami harus memberikan ketulusan dalam menjadi imam di keluarga. Begitu pula seorang istri, harus senantiasa memenuhi kewajibannya.

Ya Allah ..
Begitu indah sebuah keluarga kecil yang penuh dengan keharmonisan. Hidup bahagia merajut cinta kasih dua hati yang bersatu, melawan aral dan badai kejamnya dunia. Dengan selalu memohon pertolongan dan bimbingan-Mu agar selalu damai.

Ya Allah ..
Begitu berdebar hati hamba menanti pangeran yang akan Kau sandingkan denganku kelak. Yang akan membimbingku agar menjadi bidadarinya yang sempurna, menuntunku pada cinta kasih-Mu, menjagaku disetiap dinginnya malam, membasuh lukaku dikala perih bertamu di hati hamba. Dan ku mohon pada-Mu Ya Allah, perkenankanlah hamba bersanding dengan laki-laki yang shalih. Karena sungguh tak ada yang bisa menandingi kebesaran-Mu, karena Kaulah Yang Maha Kuasa.

Namun pernikahan begitu indah kudengar.. Membuatku segera ingin melaksanakan
Namun bila kulihat aral melintang pukang.. Hatiku selalu maju mundur dibuatnya
Akhirnya aku segera tersadar.. Hanya kepada Allah lah tempat aku bersandar
Yang akan menguatkan hatiku yang terkapar.. Insyaallah azzamkku akan terwujud lancar


Aku tidak menunggu  kepulangan dan janji-janji sore.. Aku tidak  menunggu kereta kan kembali membawa secerah harap
Kau tinggalkan aku mengarungi hari-hari dalam kebisuan derita.. Kau lihatkah bahwa rinduku untuk surga atau cinta kelangitan
Kau lihatkah bahwa janji itu untuk Allah.. Sudah tibakah saat pemenuhannya?
Aku berlalu bagai perindu.. Sebagai pemabuk yang cinta mendengarkan panggilan
Kau jumpaikan di sana para kekasih?.. Apa warna pertemuan itu?
Dalam hijaunya surga, dalam firdaus dan gemuruh karunia.. Di negri kebenaran kalian berkumpul
Dalam damai dan perlindungan.. Jika memang karena itu, selamat datang kematian tergilas darah
Akankah aku menemuimu di sana, tinggalkan negri derita.. Ya, kan kutemui kau di sana
Janji yang diyakini orang-orang jujur.. Kita dapatkan balasan, atas hari-hari yang kita lalui
Dalam derita dan cobaan.. Kita kan dijaga dalam kebaikan
Tanpa takut perpisahan dan kefanaan.. Amin Allahuma Amin

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian, dan orang-orang yang layak menikah dari sahaya  kalian yang laki-laki dan perempuan. Jika keadaan mereka faqir, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An Nur : 32)
“Dan bahwasanya, Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan..., laki-laki dan perempuan.”
(An Najm : 45)
“Dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik....” (An Nur : 26)

Sekian, terima kasih semoga bermanfaat :)

Minggu, 21 April 2013

Success Stories About Me and the World's Libraries


Tulisan ini akan mengupas tuntas tentang aku dan dunia perpustakaan guys, hehe. Langsung aja yuk kita simak dan dibaca dengan seksama yaa : ).


Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (UU No. 23 tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 1 Ayat 1).

Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan (UU No. 23 tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 1 Ayat 8).

Ilmu perpustakaan adalah ilmu yang mempelajari tentang perpustakaan, bagaimana memperoleh, mengolah, menyajikan informasi dan mnemukan kembali informasi yang diperlukan oleh pengguna perpustakaan.

Pengertian perpustakaan, pustakawan dan ilmu perpustakaan diatas semoga bisa mengantarkan kita ke depan pintu gerbang dunia perpustakaan ya, hehe. Tapi disini aku lebih cenderung membahas tentang pustakawan guys, secara aku kan calon pustakawan :D. 

“Pustakawan itu hanya menata, membersihkan, dan menjaga buku serta melayani pemustaka yang meminjam dan mengembalikan buku, lagi-lagi buku”. Itulah paradigma kuno tentang pustakawan guys. So, paradigma yang benar adalah pustakawan itu orang yang berperan dalam imformation management dan knowledge management. Pustakawan bisa mengumpulkan, mengolah, mengemas ulang, dan menemukan kembali informasi atau yang disebut information management. Pustakawan berperan dalam pembelajaran dan berbagi pengetahuan, nah ini disebut dengan knowledge management.

Seperti yang kita tahu, pustakawan itu identik dengan buku, ilmu, pengetahuan dan informasi. Kalau buku itu identik dengan membaca. Membacalah jika kamu ingin selamat dunia dan akhirat : ). Kok bisa? Seperti apa yang telah Allah perintahkan kepada kita, melalui surat yang kali pertama Allah turunkan yaitu Surat Al-Alaq. Surat Al-Alaq berisi tentang perintah untuk membaca. Nah, begitu berdosanya kita jika kita tidak melakukan hal itu guys. Membaca juga merupakan kegiatan atau aktivitas untuk menambah wawasan, baik berupa ilmu atau informasi. Kalau gitu pustakawan ikut andil dong dalam mencerdaskan kehidupan bangsa? Ya iyalahhh, pustakawan sangat berperan penting dalam mencerdasakan kehidupan bangsa : ).

Coretanku diatas sedikit menggambarkan bagaimana hebatnya pustakawan untuk dunia ini guys. Lebih jelas lagi kalau kita baca cerita tentang calon pustakawan. Siapakah itu? Read more below hehe.

Aku adalah seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta semester IV di program studi Ilmu Perpustakaan. Why I chose library science?. Awal kisah, aku sangat mendambakan dan berharap bisa menjadi guru matematika. Terus aku nyoba deh daftar di salah satu PTN yang ada di Jogja. Dua kali aku nyoba, ternyata kekecewaan ganda pun harus kuterima guys, hiks. Pada akhirnya aku nyerah deh buat daftar lagi, hehe. Membuka lembaran baru dengan galau segalau-galaunya. Ya, itulah yang kurasakan saat itu, nyesek memang tapi itulah kenyataaannya. Akhirmya aku pun diterima di prodi ilmu perpustakaan. Masuk kuliah satu sampai dua bulan, kegalauan itu masih menghantuiku guys (serem yak) hehe. Haduhh, kenapa ilmu perpustakaan sih? Jadi pustakawan dong? Besok kerjanya jagain buku ya? Haduhhh. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu kudengar, baik dari hatiku sendiri maupun orang lain.


Salah besar ketika aku maupun orang lain menganggap profesi pustakawan dengan sebelah mata. Why? Ternyata dunia perpustakaan banyak membawaku dalam lingkaran kebaikan. Melalui ilmu perpustakaan inilah aku bertemu dengan orang-orang sukses, hebat dan berjiwa mulia. Perasaan galau yang tadinya selalu bertamu dalam fikiranku, sekarang mulai sirna karena aku telah menemukan keasyikan di dunia perpustakaan.

Aku harus bangga menjadi mahasiswa ilmu perpustakaan, calon pustakawan juga boleh : ). Selama menjadi mahasiswa ilmu perpustakaaan, sampai saat ini banyak pengalaman dan ilmu yang kudapatkan. Selain mempelajari ilmu perpustakaan, aku juga belajar menjadi orang yang bisa mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Karena dosenku gaul-gaul, jadi aku dituntut untuk bisa mengubah sesuatu yang belum didokumentasikan menjadi sesuatu yang terdokumentasi dan bisa dinikmati orang lain guys, hehe.

Banyak hal lain yang kudapatkan di ilmu perpustakaan. Menjadi calon pustkawan ternyata seru dan mengasyikan lho. Kegiatan mencerdaskan kehidupan bangsa juga aku lakukan. Aku beberapa kali mengikuti kegiatan bakti pustaka atau mengolah perpustakaan dan memberikan informasi kepada orang lain. Selain itu, melalui seminar, kuliah umum atau kegiatan positif lainnya, aku yakin kalau aku besok akan menjadi pustakawan yang sukses. Banyak sekali orang-orang yang sukses di dunia perpustakaan yang mengisi kegiatan-kegiatan yang kuikuti. Nah dari situlah aku menjadi tambah yakin kalau nantinya kesuksesan itu akan kuraih pula : ).

Cerita tanpa fakta kayaknya kurang meyakinkan ya, hehe. Yaudah kalau gitu langsung aja ni kita lihat sama-sama fakta-fakta yang mendukung, yaitu berupa potret alias foto :D.

Aku ( kanan, depan sendiri ) bersama teman-teman
Talk Show bersama Ibu Trini
Observasi di Kantor Arsip Kabupaten Bantul
Aku ( paling kiri ) ketika menjadi panitia kuliah umum Ilmu Perpustakaan
besama  pak Blasius Sudarsono
Bakti pustaka di daerah pegunungan Prambanan, aku (kanan kerudung pink)
Observasi di perpustakaan MAN 3 Yogyakarta
Observasi di perpustakaan SMK N 4 Yogyakarta
Aku bersama teman-teman ketika menjadi panitia di seminar Bank Buku

Ini waktu aku ikut pengolahan perpustakaan SLB 1 Yogyakarta.
Nah itu aku sedang 'ngajarin' salah satu anak SLB yang kesulitan ngerjain PR guys, hehe.

Kegiatanku dan teman-teman ketika diskusi kelompok di Perpustakaan
UIN Sunan Kalijaga

Aku ( kerudung pink ) ketika mengolah buku  dalam rangka Bakti Pustaka
di Taman Bacaan Masyarakat Suka Baca
Letaknya itu di Sosromenduran guys : )

Ini aku juga waktu mengolah TBM guys, kegiatan yang aku lakuin adalah  klasifikasi

Aku lagi mau nempelin label kelas untuk buku2 yang ada di TBM Suka Baca hehe

Mungkin itu aja guys foto-foto yang aku share sekarang. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk kalian semua yang masih galau dengan dunia perpustakaan, hehe. jadi, kesimpulannya adalah pustakawan atau calon pustakawan itu mempunyai banyak keterampilan dan berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa :D. Pustakawan bukan hanya orang yang melulu diidentikkan menjaga dengan buku, yang katanya sih kuper. Tapi aku nggak merasa gitu lho guys. Aku malah senang menjadi bagian dari dunia perpustakaan. Secara tidak langsung aku dibentuk menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, bertanggung jawab dan yang pasti ikut mencerdaskan kehidupan bangsa walaupun masih dalam taraf rendah hehe.
Pustakawan itu hebat dan berjiwa mulia : )

Sekian dulu yaa coretanku, semoga bermanfaat :).
Ini ceritaku, mana ceritamu? :)


SALAM PUSTAKAWAN, SALAM KESUKSESAN
Esti Pratiwi

Rabu, 27 Maret 2013

Pustakawan VS Dosen




Pustakawan VS Dosen
Memory in ISI
Edisi Curhatt

            Selasa, 26 Maret 2013 adalah hari yang penuh dengan kenangan.  Kenangan manis dan pahit tentunya, hehe. Pukul 09.30 kami (aku, Heni dan Aswi) meluncur ke UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Yang ada difikiranku ketika sampai di depan gedung perpustakaannya adalah “siap-siap ae jadi orang ‘katrok’ disini”, wkakaka. Wuihhh banyak mahasiswanya yang nyeni, eheee. Ya waktu itu sih banyak mahasiswinya yang tidak berjilbab, tapi it’s ok semua itu adalah hak semua orang mau berpenampilan seperti apa :D.
            Nah, ketika kami masuk di ruang perpustakaan, langsung deh ketemu sama pustakawannya yang lagi shelving. “Ngisi presensi dulu mbak”, kata pustakawan a. “Umbb, gini bu, kami dari UIN maksud kedatangan kami kesini ingin tanya-tanya tentang budaya lokal yang ada di Jogja”, kataku. “Udah punya kartu sakti belum?”, kata pustakawan a. “Belum bukk”, serempak kami bertiga menjawab. “Ya sini mbuat kartu sakti dulu, sini mbak”, kata pustakawan a lg. Waduuuhhhh, lha kok kon nggawe kartu sakti cahh, haha. “Gini bu kami cuma ingin tanya-tanya tentang budaya lokal yang ada di Jogja yang belum dipublikasikan”, jawab Heni. “Lha iya mbak, harus buat kartu sakti dulu”, sahut pustakawan b dengan sewott haha. Yawis deh akhirnya kami dan pustakawan-pustakawan itu saling ngotot ngomongnya, ckikikik. Akhirnya ni guys, kami nggak jadi mbuat kartu sakti dan nggak dapet info dehh, mengenaskan ehekhekhek :p. Cabuttt mbak berohhh, hahaha.
Hmmmb, pas ngambil motor ketemu nih sama mahasiswa ISI jurusan televisi. Eh kalau aku jurusan Jogja-Bantul aja haha. Si kepo Heni beraksi dehh :D. Hasil kepo adalah kami disarankan untuk bertemu langsung sama dosen-dosennya. Hah ciyusss? Wkakaka. Dengan semangat membara dan agak ragu kami langsung meluncur ke fakultas pertunjukkan seni tari. Tapi nih guys, kami sempat salah masuk gedung, ckaaka. Alhasil malah dapet vitamin A deh (ada cowok ganteng-ganteng :D). Yasudd, kami nyelonong naik ke lantai 2 dannn ... langsung menemukan 1 wanita dan 4 pria, hehe. Hmm, ternyata beliau-beliau itu adalah dosen dan ada yang sudah mendapatkan gelar profesor lohh. Ketika kami mengutarakan maksud dan tujuan berkunjung ke ISI, WAOW!! Sambutan hangat pun kami terima guys. Alhamdulillah yahh J.  Ditemani tiga dosen ISI, kami tancap gas nih buat ngepo-ngepo hehe. Walaupun dengan waktu yang mepet karena beliau-beliau tersebut ada acara, namun kami tetap memanfaatkan waktu dong yaa :D. Yaa kami sih mendapatkan informasi walaupun tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan. Terkendala waktu sih, huhu. Kami sadar diri dong ya udah menyita waktu orang-orang penting tersebut hehe. Yawislah akhir kata kami pamit dan nggak lupa mengucapkan terima kasih, matur nuwun J.
Inilah yang aku maksud pustakawan VS dosen. Dua profesi yang berbeda dan mempunyai ketenaran yang berbeda pula. Walaupun aku ini ‘calon’ pustakawan, bukan bermaksud juga untuk merendahkan, menyepelekan atau sebangsanya. Ya pantes aja kalau sampai detik ini profesi pustakawan masih dianggap rendah oleh masyarakat. Karena apa? Karena pustakawan itu sendiri guys. Banyak dosenku yang bilang sebenarnya profesi pustakawan itu sama dengan profesi lainnya. Namunn, jangan heran kalau paradigma masyarakat masih seperti itu. Bener nih, pustakawan memang harus banting stir, mulai berbenah dan yang pasti jangan sewot-sewot dong (bukan pustakawan ISI aja lho :p). Ya mungkin kalau pustakawan ISI sewot karena kami ngeyel, ehehe. So, profesi apapun itu harus mempunyai karisma dan kewibaan tinggi di mata masyarakat. Ya kita seharusnya harus konsisten dengan pekerjaan kita. Tanggung jawab kepada masyarakat itulah yang paling penting. Hargai profesi kita, dengan begitu kita akan dihargai oleh orang lain. Cemungud cemungud untuk kita semua. Berjiwa sareh (kata pak Blasius), narsis (katanya Maknyak Labibah), dan berkompeten (kataku) haha.