Rabu, 22 Mei 2013

REVIEW BUKU PEMBARUAN ISLAM dan ORIENTALISME DALAM SOROTAN


 Penulis Buku         : DR. Daud Rasyid, MA
Judul                       : Pembaruan Islam dan Orientalisme dalam Sorotan
Judul asli                : -
Penerjemah            : -
Penerbit                  :  AKBAR MEDIA EKA SARANA
Tahun Terbit          : 2002

Review                   :

A.      Pendahuluan

Puja dan syukur hanya milik Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah saw. beserta keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman.
Tajuk buku ini berbicara tentang bagaimana Barat berperan banyak dalam Islam. Tidak hanya dalam urusan agama yang pokok untuk kita pelajari, namun juga ikut berperan dalam dunia pendidikan atau lebih dikenal dengan studi Islam. Seperti yang kita tahu banyak tejadi pro dan konta dalam kajian-kajian yang membahas Islam. Terutama untuk negara-negara yang mayoritas penduduknya non-muslim. Mereka sering kali ingin menghancurkan kedamaian umat muslim dengan berbagai cara dan ingin mendapatkan keuntungna tersendiri dengan berbagai cara.
Islam diturunkan Allah untuk membawa kedamaian, ketentraman, dan keselamatan. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, penindasan, dan perbudakan. Islam menolak dan bahkan memerangi tindakan-tindakan yang tidak terpuji.

B.        Isi Review

Dalam review ini saya ingin membahas masalah yang menjadi benang merah umat muslim. Berikut ini adalah point-point yang menjadi perhatian saya untuk mempelajari, antara lain:

Ø  Perguruan Tinggi Islam Menjadi Target Barat

Dalam mempropagandakan ideologi sekulernya, Barat menempuh segala cara dan menerobos segala lapangan. Tidak hanya pendidikan yang terkesan sekuler, seperti Perguruan Tinggi umum, paham sekuler juga disusupkan ke Perguruan Tinggi Islam yang sehari-harinya mengkaji Alquran, hadits, fikih, pemikiran, dan sebagainya. Bahkan ormas-ormas Islam dan tokoh-tokoh muda dari beberapa ormas Islam itu mereka besarkan namanya, hingga akhirnya kekeuatan mereka tersebar di mana-mana.
Meraka mengawali dengan kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian, dengan pemberian beasiswa untuk belajar di negara-negara Barat yang menjadi sarang orientalis Yahudi dan Kristen Fundamentalis. Barat sudah lama membaca mentalitas orang-orang Timur yang terkagum-kagum pada Barat. Belajar ke Barat melahirkan kebanggaan tersendiri dalam kejiwaan orang-orang Timur. Hal ini dimanfaatkan orientalis dengan berkedok ilmiah dan penellitian. Sehingga dengan mudah mereka mendoktrin peneliti-peneliti muda yang belajar di universitas-universitas mereka.
Ketika mereka kembali ke tanah air, pola pikir yang ditanamkan oleh gurunya itu mereka bawa kembali ke kampusnya dan mereka ajarkan, bahkan mereka kembangkan dengan inovai-inovasi baru. Sehingga tak jarang ada doktor-doktor tamatan Barat yang pikirannya lebih liberal dan orientalis sendiri.

Ø  Barat Ketakutan Pada Islam

Salah satu sikap mental yang diderita oleh Barat ialah ketakutan pada Islam dan umat Islam yang berpegang pada Islam. Sejak berakhirnya Perang Salib, pihak Barat senantiasa menyimpan rasa takut pada agama yang satu ini. Karena dalam keyakinan mereka, Islam ini adalah agama yang menyimpan potensi dasyat, mampu menggerakkan umatnya untuk melawan kekuatan apa saja. Apalagi kemajuan teknologi  persenjataan modern tidak terlalu ampuh untuk menaklukan  umat Islam. Hal ini dipahami betul oleh kalangan Barat. Karena itu, mereka benar-benar mewaspadai Islam khususnya umat Islam yang tampak berpegang pada ajarannya.
Biarpun umat Islam mati-matian memberi pengertian bahwa Islam adalah agama pembawa rahmat bagi seluruh alam, namun tetap saja pola pikir Barat itu tidak berubah. Karena bagi Barat, bukan mereka yang dituntut untuk mengerti Islam, karena yang satu ini tidak akan pernah ada dalam benak mereka. Bagi Barat adalah bagaimana umat Islam yang harus mengerti tentang Barat. Artinya, umat Islam itu harus menyesuaikan dirinya dengan budaya, polap pikir, dan tatanan hidup Barat.
Di dunia Islam, ketakutan pada Islam ini juga ada. Tentunya dari mereka yang sudah diasuh dan lama menyusu kepada Barat. Sehingga, walaupun secara fisik atau lahiriah masih Islam, tetapi pola pikir, falsafah hidup, dan mental sudah mirip seperti orang Barat.

Ø  Jilbab Artinya Mantel ?

Ketidaksenangan orang Barat pada busana yang islami terlihat dari sikap sinisnya terhadap gejala semaraknya wanita muslimah memakai jilbab.
Berbicara masalah jilbab, berarti membicarakan sesuatu yang fundamental dalam Islam. Sebab, berkaitan dengan masalah aurat wanita yang ketentuannya ditetapkan dalam Alquran dan Alhadits Nabi saw.. keterangan tentang jilbab adalah bersifat jelas, seperti halnya kewajiban untuk shalat.

Ø  Orientalis, Metodologi, dan Logika Aristoteles

Setelah merasa gagal menguasai umat Islam melalui politik imperialisme, Barat menempuh jalan lain. Di antaranya melancarkan serangan dari dalam. Untuk itu mereka mengadakan kajian tentang Islam untuk mengetahui titik lemahnya. Kemudian disebarluaskan di lingkungan mereka dan ke tengah-tengah umat Islam sendiri untuk menggoyahkan keimanan umat Islam terhadap agamanya.
Demikian secara sederhana gambaran latar belakang munculnya studi keislaman di Barat. Karena studi Islam di Barat kian hari kian semarak dan dampaknya bagi dunia Islam tidak dapat dinafikan, maka sebagian tokoh Islam khususnya di dunia Arab, merasa perlu mengirimkan orang-orangnya ke sana. Di antara tujuannya untuk melihat dari dekat metedologi orientalis dalam mengkaji Islam dan sejumlah aktivitas mereka di bidang ini. Mereka membongkar rahasia-rahasia orientalis, membeberkan bahaya-bahayanya, dan mengkritik taam metedologi mereka. Tapi secara jujur, mereka juga tidak mengingkari beberapa karya orientalis yang bermanfaat bagi umat Islam.
Bagi orang yang banyak mengamati sejarah ilmu-ilmu, akan mengetahui bahwa runtuhnya peradaban Islam, salah satu penyebabnya adalah karena
logika Aristoteles. Tidak dipungkiri bahwa tak sedikit dari ilmuwan muslim yang tertipu oleh logika Aristoteles. Mereka mengira bahwa sistem berpikir Yunani dapat memajukan ilmu-ilmu Islam. Sehingga, mereka melepaskan sistem berpikir islami yang menekankan metode eksperimen dan empirisme dalam mengembangkan hadits Nabi saw.. Sementara logika Aristoteles tidak mensyaratkan eksperimen, cukup hanya mengimajinasi. Oleh karena itu, logika ini lebih dikenal dengan logika imajinatif. Menurut banyak pengamat, rahasia kemajuan peradaban Barat adalah karena pada waktu yang sama mereka mengadopsi sistem berpikir islami yang empiris tadi. Sayangnya, di dunia Islam yang terjadi adalah kebalikannya.

ANALISA REVIEW

Dalam buku ini dicantumkan beberapa ayat Alquran yang menjadi penguat argumen dan menjadi pendukung dalam pembahasan kajian yang ada. Ayat-ayat Alquran tersebut adalah:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.(Q.S. Al-Baqarah: 120)

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Q.S. Thaahaa: 124).

Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. (Q.S. Al-Maidah)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S. An-Nuur: 31)

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Ahzab:59)
Buku ini menggunakan kategori pola pikir Burhani. Dapat dilihat bahwa garis besar pemikiran berdasarkan realitas yang ada pada waktu lampau maupun masa sekarang. Realitas yang dibahas disini adalah tentang Barat yang berusaha mempengaruhi fikiran orang-orang Muslim. Selain itu orang-orang orientalisme dengan begitu mudahnya mengklaim ajaran-ajaran Islam yang terkandung dalam Alquran.
Pendekatan yang digunakan dalam buku tersebut adalah pendekatan sejarah yang cenderung Burhani/ eksternal. Karena dalam pembahasannya mengenai cerita-cerita dalam perkembangan Islam.
Tema besar dalam buku yang saya review adalah menyorot negara atau tokoh orientalis yang ikut andil dalam perkembangan Islam. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Barat tidak akan jera untuk menindas Islam walaupun dengan cara tidak langsung, seperti menggunakan kedok pendidikan untuk mempengaruhi dan mempelajari Islam sebagai objek studi.
A.      Kesimpulan

Islam merupakan agama dan satu keyakinan yang sempurna yang akan membawa keselamatan dunia akhirat. Di sisi lain Islam merupakan objek studi ilmiah yang dikaji secara obyektif dan ilmiah. Di makalah ini telah dijelaskan bahwa Barat juga ikut serta mengkaji Islam baik secara obyektif atau ilmiah.
Studi Islam di Barat dipelopori oleh Orientalisme yaitu orang Barat yang mengkaji Timur termasuk budaya dan agama Islam. Orientalisme yang mayoritas non-Muslim mengkaji Islam dengan berbagai motif, yaitu; misionaris Kristen, imperialisme, akademik, dan studi peradaban dunia. Seperti dalam kajian makalah ini, bahwa Barat mengkaji Islam dengan motif akdemik. Yaitu menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa untuk menuntut ilmu di Barat. Dengan begitu, orang-orang Timur yang belajar di Barat akan membawa ilmu yang telah diajarkan di Barat. Secara tidak langsung orang Timur tersebut mempunyai pemikiran orientalis yang telah melekat dalam dirinya.

FIGUR PEMUDA ISLAM

  Eksistensi pemuda merupakan hal yang penting dan perlu diketengahkan, khususnya dalam nilai-nilai Islam. Dilihat dari kepribadian kelompok manusia yang kita sebut pemuda, akhirnya, kita mengkaji tugas, tanggung jawab, dan amanah yang harus dipikul oleh figur pemuda secara keseluruhan. Masa muda memang penuh dengan tantangan. Namun, tantangan tersebut yang menjadi media dan sarana untuk mencapai kematangan berfikir sehingga dapat membentuk kedewasaan dan kepribadian yang tangguh. Dengan demikian, diharapkan ia akan menjadi seorang pemuda yang benar-benar tangguh. Meskipun begitu, betapa celaka dan ruginya apabila dalam tubuh pemuda yang kokoh, sempurna dan meyimpan sejuta potensi, tidak mampu memancarkan daya pesona pada alam sekitar.
Manusia dipandang dewasa manakala ia dapat berlaku bijak terhadap dirinya sendiri, bersikap benar, mampu mengatasi berbagai problematika, dan dapat mengantisipasi diri dari nilai-nilai yang dapat merusak akhlak dan kepribadian. Figur pemuda selalu ingin menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang memiliki sejuta arti karena memikul beban tanggung jawab yang berat. Ia berusaha memunculkan diri sebagai manusia yang memiliki power tinggi sehingga aura jiwa mudanya benar-benar memancar.
Gelora jiwa pemuda bisa pudar apabila dicemari dengan berbagai polusi penyimpangan dan penurunan akhlak. Apabila seorang pemuda menginginkan keselamatan selama meniti masa remajanya, ia harus berpegang teguh pada ajaran Nabi. Pembentukan pribadi merupakan persiapan inti bagi pemuda sebagai penyongsong tugas-tugas beratnya dan pembawa misi Allah. Loyalitas religius adalah hal yang absolut bagi hamba Allah dalam mengemban amanah tersebut. Keloyalitasan tersebut tidaklah mengenal batas tempat, waktu, dan usia.
Generasi Islam pertama yang mengikrarkan keyakinan dan keimanan adalah pemuda. Pemuda merupakan pembawa panji-panji dan pengawal barisan menuju kejayaan dan kemenangan umat. Segala hal buruk dapat memancing mereka ke arah maksiat. Oleh karena itu, mereka selalu menjaga pandangan. Mereka menjaga kaki agar tidak menapaki tempat-tempat batil. Mereka adalah manusia muda yang ahli ibadah dan berakhlak mulia.
Pemuda adalah pengemban risalah Islam. Pemuda Islam dihadapkan oleh kenyataan bahwa ditangannya tergenggam berbagai tugas berat. Beban ini merupakan amanah yang mulia dan inti dari seluruh tujuan hidupnya. Oleh karena itu, untuk menunjang potensi seorang pemuda, ia harus memiliki dasar kepribadian yang kuat. Dasar kepribadian tersebut ialah mengetahui, menyadari, dan mencanangkan hakikat tujuan hidup. Ia bisa berdakwah apabila telah mempelajari orientasi kehidupannya secara baik. Tanpa hal itu segala yang dilakukannya akan berjalan tanpa arah tujuan yang jelas. Akan tetapi, tujuan hidup itu merupakan motivator utama bagi ruh dan jiwa.
Islam harus disebarkan dan dihunjamkan ke dalam jiwa para pemuda sehingga tingkah laku dan gerak kesehariannya dapat diwarnai. Kita harus memperhatikan dan mengarahkan para pemuda muslim dalam kegiatan ceramah. Untuk mencapai tujuan itu, kita memerlukan para pengawas dan pembimbing yang ahli. Kegiatan semacam itu akan menggerakkan aktivitas ajaran agama yang dapat mencerminkan pribadi pemuda muslim.
Pelajar, mahasiswa, dan remaja menjadi sasaran pertama dakwah. Mereka sebagai pelanjut budaya dan asas pendidikan Islam. Kelak pada suatu zaman, para pemuda ini harus terjun di masyarakat untuk meluruskan moral dan akhlak apabila masyarakat tersesat. Hal itu akan menjadi tanggung jawab generasi muda untuk membimbing dan mengemudikan masyarakat. Pemuda pria maupun wanita harus diperhatikan sungguh-sungguh. Mengawasi pemuda dengan seksama dapat menaggulangi kenakalan yang menggelisahkan masyarakat. Dengan demikian, kerusakan masyarakat pun secara otomatis tertangani. Sendi-sendi masyarakat yang bengkok harus diluruskan, yang lemah dikuatkan sehinggga Islam menjadi kekuatan yang gilang-gemilang.
Pelaku pelanggaran terbesar di negara miskin adalah remaja. Mereka sering membuat aksi dan menyusun taktik untuk membuat onar dengan tujuan membalas dendam, merampas kekayaan dan merebut kekuasaan. Penyebab hal tersebut ada tiga macam, yaitu kurangnya pendidikan, pembatasan lapangan kerja, dan penghasilan yang standar. Perhatian pemerintah biasanya hanya sampai pada pendidikan dasar. Padahal sering terjadi apabila anak-anak telah menyelesaikan pendidikan dasar, mereka tak mampu lagi melanjutkan sekolah. Kenyataan tersebut disebabkan oleh keuangan keluarga yang minim. Akibatnya hanya keluarga yang berlevel sosial tinggi yang menikmati sekolah bertaraf tinggi. Rakyat miskin akan hidup sulit jika masalah itu tidak segera diatasi. Pemuda miskin yang berbekal pendidikan minin akan menjadi pekerja yang gajinya minim pula. Jadi, mereka sulit untuk mencukupi hidup yang layak. Masa depan mereka pun tidak bisa diharapkan apabila tidak diperbaiki usahanya. Selain itu pintu hidupnya juga buntu. Itulah hal yang melatarbelakangi tindakan mereka untuk melanggar aturan.
Para pakar dan pendidik Islam telah mengupayakan pencegahan dan perbaikan moral pemuda. Mereka merasa kesulitan untuk mencari jalan keluar atas kenakalan dan krisis akhlak muda-mudi. Muda-mudi suka menunjukkan sikap munafik, yaitu antara perkataan dan perbuatan tidak sesuai. Jalan hidup yang dianut dan kenyataan hidupnya tidak selaras, padahal Islam telah menekankan pendidikan berasas keteladanan melalui orang tua maupun para pendidik.
Penanggulangan berbagai bahaya dapat dilakukan dengan peringatan dan pelarangan melalui kegiatan ceramah, namun itu tidak efektif. Kita harus mengupayakan agar mereka mampu menjadi manusia yang stabil. Penanganan para remaja melalui pendidikan dipandang paling efektif. Salah satu sarana yang dapat kita pakai yaitu tulisan atau diktat resmi (mata pelajaran) di sekolah dan universitas. Buku-buku itulah yang sampai di tangan pelajar dan mahasiswa dalam semua jenjang atau kelasnya. Buku pelajaran mereka dapat ditangani secara baik dengan disertakan nilai-nilai mulia dalam pelajaran ilmiah. Oleh karena itu, masyarakat menuntut pendidik di sekolah dan universitas untuk menampilkan sosok islami yang profesional. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang memiliki niat dan tujuan untuk membersihkan semua unsur yang mengakibatkan rusaknya kemurnian Islam. Mereka akan membimbing akal siswa untuk memahami falsafah hidup yang dianutnya. Jadi, siswa mampu tampil sebagai manusia yang berkepribadian mantap.

Referensi:
Al-Banna, Hasan. 2002. Pemuda Islam. Jakarta: Cahaya Press.

Selasa, 21 Mei 2013

Kau Buka Luka Lama


Tiba-tiba saja kau datang
Mencoba memberi sepenggal harapan
Tapi aku tahu itu hanya semu
Tak lebih dari harapan palsu
Aku tak ingin lagi kau hadir
Karena kehadiranmu membuka luka lamaku
Tapi mengapa tak juga kau tahu
Aku tak ingin kau disini
Aku tak ingin lagi kau lukai
Sekali lagi, aku tak ingin kau lukai
Sudah cukup kau tawarkan perih yang dulu
Yang dulu pernah kau lukis dalam hati
Merintih hanya bisa menahan tangis
Entahh
Mengapa tak jua hilang dan pergi perih ini
Tapi aku sudah berusaha untuk menitipkan kepada angin
Namun tak jua berkibas memeluk sunyi
Pergilah dan jangan lagi kembali
Sudah kurelakan cintaku ini ternodai pengkhianatanmu
Aku mencoba tak mengingatnya lagi
Dan kumohon, pergilah
Pergilah dari hati
Aku rela melihatmu bahagia walau tak denganku...
 >>>>-<<<<

by: Tiwi

Senin, 29 April 2013

2 Lelaki Pilihan


“2 lelaki pilihan”

Sebuah buku yang telah mengajarkanku tentang banyak hal. Tentang bagaimana serut berut berumahtangga. Memang tak mudah menjalani itu. Pengorbanan, kasih sayang, ketulusan, pengertian, yang tentunya harus selalu ada, dan tak lupa yaitu iman. Seorang suami harus memberikan ketulusan dalam menjadi imam di keluarga. Begitu pula seorang istri, harus senantiasa memenuhi kewajibannya.

Ya Allah ..
Begitu indah sebuah keluarga kecil yang penuh dengan keharmonisan. Hidup bahagia merajut cinta kasih dua hati yang bersatu, melawan aral dan badai kejamnya dunia. Dengan selalu memohon pertolongan dan bimbingan-Mu agar selalu damai.

Ya Allah ..
Begitu berdebar hati hamba menanti pangeran yang akan Kau sandingkan denganku kelak. Yang akan membimbingku agar menjadi bidadarinya yang sempurna, menuntunku pada cinta kasih-Mu, menjagaku disetiap dinginnya malam, membasuh lukaku dikala perih bertamu di hati hamba. Dan ku mohon pada-Mu Ya Allah, perkenankanlah hamba bersanding dengan laki-laki yang shalih. Karena sungguh tak ada yang bisa menandingi kebesaran-Mu, karena Kaulah Yang Maha Kuasa.

Namun pernikahan begitu indah kudengar.. Membuatku segera ingin melaksanakan
Namun bila kulihat aral melintang pukang.. Hatiku selalu maju mundur dibuatnya
Akhirnya aku segera tersadar.. Hanya kepada Allah lah tempat aku bersandar
Yang akan menguatkan hatiku yang terkapar.. Insyaallah azzamkku akan terwujud lancar


Aku tidak menunggu  kepulangan dan janji-janji sore.. Aku tidak  menunggu kereta kan kembali membawa secerah harap
Kau tinggalkan aku mengarungi hari-hari dalam kebisuan derita.. Kau lihatkah bahwa rinduku untuk surga atau cinta kelangitan
Kau lihatkah bahwa janji itu untuk Allah.. Sudah tibakah saat pemenuhannya?
Aku berlalu bagai perindu.. Sebagai pemabuk yang cinta mendengarkan panggilan
Kau jumpaikan di sana para kekasih?.. Apa warna pertemuan itu?
Dalam hijaunya surga, dalam firdaus dan gemuruh karunia.. Di negri kebenaran kalian berkumpul
Dalam damai dan perlindungan.. Jika memang karena itu, selamat datang kematian tergilas darah
Akankah aku menemuimu di sana, tinggalkan negri derita.. Ya, kan kutemui kau di sana
Janji yang diyakini orang-orang jujur.. Kita dapatkan balasan, atas hari-hari yang kita lalui
Dalam derita dan cobaan.. Kita kan dijaga dalam kebaikan
Tanpa takut perpisahan dan kefanaan.. Amin Allahuma Amin

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian, dan orang-orang yang layak menikah dari sahaya  kalian yang laki-laki dan perempuan. Jika keadaan mereka faqir, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An Nur : 32)
“Dan bahwasanya, Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan..., laki-laki dan perempuan.”
(An Najm : 45)
“Dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik....” (An Nur : 26)

Sekian, terima kasih semoga bermanfaat :)

Minggu, 21 April 2013

Success Stories About Me and the World's Libraries


Tulisan ini akan mengupas tuntas tentang aku dan dunia perpustakaan guys, hehe. Langsung aja yuk kita simak dan dibaca dengan seksama yaa : ).


Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (UU No. 23 tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 1 Ayat 1).

Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan (UU No. 23 tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 1 Ayat 8).

Ilmu perpustakaan adalah ilmu yang mempelajari tentang perpustakaan, bagaimana memperoleh, mengolah, menyajikan informasi dan mnemukan kembali informasi yang diperlukan oleh pengguna perpustakaan.

Pengertian perpustakaan, pustakawan dan ilmu perpustakaan diatas semoga bisa mengantarkan kita ke depan pintu gerbang dunia perpustakaan ya, hehe. Tapi disini aku lebih cenderung membahas tentang pustakawan guys, secara aku kan calon pustakawan :D. 

“Pustakawan itu hanya menata, membersihkan, dan menjaga buku serta melayani pemustaka yang meminjam dan mengembalikan buku, lagi-lagi buku”. Itulah paradigma kuno tentang pustakawan guys. So, paradigma yang benar adalah pustakawan itu orang yang berperan dalam imformation management dan knowledge management. Pustakawan bisa mengumpulkan, mengolah, mengemas ulang, dan menemukan kembali informasi atau yang disebut information management. Pustakawan berperan dalam pembelajaran dan berbagi pengetahuan, nah ini disebut dengan knowledge management.

Seperti yang kita tahu, pustakawan itu identik dengan buku, ilmu, pengetahuan dan informasi. Kalau buku itu identik dengan membaca. Membacalah jika kamu ingin selamat dunia dan akhirat : ). Kok bisa? Seperti apa yang telah Allah perintahkan kepada kita, melalui surat yang kali pertama Allah turunkan yaitu Surat Al-Alaq. Surat Al-Alaq berisi tentang perintah untuk membaca. Nah, begitu berdosanya kita jika kita tidak melakukan hal itu guys. Membaca juga merupakan kegiatan atau aktivitas untuk menambah wawasan, baik berupa ilmu atau informasi. Kalau gitu pustakawan ikut andil dong dalam mencerdaskan kehidupan bangsa? Ya iyalahhh, pustakawan sangat berperan penting dalam mencerdasakan kehidupan bangsa : ).

Coretanku diatas sedikit menggambarkan bagaimana hebatnya pustakawan untuk dunia ini guys. Lebih jelas lagi kalau kita baca cerita tentang calon pustakawan. Siapakah itu? Read more below hehe.

Aku adalah seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta semester IV di program studi Ilmu Perpustakaan. Why I chose library science?. Awal kisah, aku sangat mendambakan dan berharap bisa menjadi guru matematika. Terus aku nyoba deh daftar di salah satu PTN yang ada di Jogja. Dua kali aku nyoba, ternyata kekecewaan ganda pun harus kuterima guys, hiks. Pada akhirnya aku nyerah deh buat daftar lagi, hehe. Membuka lembaran baru dengan galau segalau-galaunya. Ya, itulah yang kurasakan saat itu, nyesek memang tapi itulah kenyataaannya. Akhirmya aku pun diterima di prodi ilmu perpustakaan. Masuk kuliah satu sampai dua bulan, kegalauan itu masih menghantuiku guys (serem yak) hehe. Haduhh, kenapa ilmu perpustakaan sih? Jadi pustakawan dong? Besok kerjanya jagain buku ya? Haduhhh. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu kudengar, baik dari hatiku sendiri maupun orang lain.


Salah besar ketika aku maupun orang lain menganggap profesi pustakawan dengan sebelah mata. Why? Ternyata dunia perpustakaan banyak membawaku dalam lingkaran kebaikan. Melalui ilmu perpustakaan inilah aku bertemu dengan orang-orang sukses, hebat dan berjiwa mulia. Perasaan galau yang tadinya selalu bertamu dalam fikiranku, sekarang mulai sirna karena aku telah menemukan keasyikan di dunia perpustakaan.

Aku harus bangga menjadi mahasiswa ilmu perpustakaan, calon pustakawan juga boleh : ). Selama menjadi mahasiswa ilmu perpustakaaan, sampai saat ini banyak pengalaman dan ilmu yang kudapatkan. Selain mempelajari ilmu perpustakaan, aku juga belajar menjadi orang yang bisa mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Karena dosenku gaul-gaul, jadi aku dituntut untuk bisa mengubah sesuatu yang belum didokumentasikan menjadi sesuatu yang terdokumentasi dan bisa dinikmati orang lain guys, hehe.

Banyak hal lain yang kudapatkan di ilmu perpustakaan. Menjadi calon pustkawan ternyata seru dan mengasyikan lho. Kegiatan mencerdaskan kehidupan bangsa juga aku lakukan. Aku beberapa kali mengikuti kegiatan bakti pustaka atau mengolah perpustakaan dan memberikan informasi kepada orang lain. Selain itu, melalui seminar, kuliah umum atau kegiatan positif lainnya, aku yakin kalau aku besok akan menjadi pustakawan yang sukses. Banyak sekali orang-orang yang sukses di dunia perpustakaan yang mengisi kegiatan-kegiatan yang kuikuti. Nah dari situlah aku menjadi tambah yakin kalau nantinya kesuksesan itu akan kuraih pula : ).

Cerita tanpa fakta kayaknya kurang meyakinkan ya, hehe. Yaudah kalau gitu langsung aja ni kita lihat sama-sama fakta-fakta yang mendukung, yaitu berupa potret alias foto :D.

Aku ( kanan, depan sendiri ) bersama teman-teman
Talk Show bersama Ibu Trini
Observasi di Kantor Arsip Kabupaten Bantul
Aku ( paling kiri ) ketika menjadi panitia kuliah umum Ilmu Perpustakaan
besama  pak Blasius Sudarsono
Bakti pustaka di daerah pegunungan Prambanan, aku (kanan kerudung pink)
Observasi di perpustakaan MAN 3 Yogyakarta
Observasi di perpustakaan SMK N 4 Yogyakarta
Aku bersama teman-teman ketika menjadi panitia di seminar Bank Buku

Ini waktu aku ikut pengolahan perpustakaan SLB 1 Yogyakarta.
Nah itu aku sedang 'ngajarin' salah satu anak SLB yang kesulitan ngerjain PR guys, hehe.

Kegiatanku dan teman-teman ketika diskusi kelompok di Perpustakaan
UIN Sunan Kalijaga

Aku ( kerudung pink ) ketika mengolah buku  dalam rangka Bakti Pustaka
di Taman Bacaan Masyarakat Suka Baca
Letaknya itu di Sosromenduran guys : )

Ini aku juga waktu mengolah TBM guys, kegiatan yang aku lakuin adalah  klasifikasi

Aku lagi mau nempelin label kelas untuk buku2 yang ada di TBM Suka Baca hehe

Mungkin itu aja guys foto-foto yang aku share sekarang. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk kalian semua yang masih galau dengan dunia perpustakaan, hehe. jadi, kesimpulannya adalah pustakawan atau calon pustakawan itu mempunyai banyak keterampilan dan berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa :D. Pustakawan bukan hanya orang yang melulu diidentikkan menjaga dengan buku, yang katanya sih kuper. Tapi aku nggak merasa gitu lho guys. Aku malah senang menjadi bagian dari dunia perpustakaan. Secara tidak langsung aku dibentuk menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, bertanggung jawab dan yang pasti ikut mencerdaskan kehidupan bangsa walaupun masih dalam taraf rendah hehe.
Pustakawan itu hebat dan berjiwa mulia : )

Sekian dulu yaa coretanku, semoga bermanfaat :).
Ini ceritaku, mana ceritamu? :)


SALAM PUSTAKAWAN, SALAM KESUKSESAN
Esti Pratiwi